Bintang film Carissa Putri mengaku senang bisa kembali dipertemukan aktor Ario Bayu dalam sebuah film. Kini, keduanya tampil bersama di film terbaru Catatan Harian Si Boy, yang merupakan sekuel dari film yang laris di tahun 90-an itu.
"Aku sama Ario Bayu juga sudah kenal cukup lama di film Tarix Jabrix 2. Dia jadi kakak kandung aku di film tersebut. Terus, kebetulan kita juga pernah main film bareng lagi, jadi memang sudah dekat. Chemistry pun sudah muncul dan ada," terang Carissa seusai pemutaran perdana film terbarunya itu di XXI Cineplex, Rasuna Epicentrum, Kuningan, Jakarta, Selasa (21/6/2011) malam.
Karenanya, tak cukup sulit bagi Ario dan Carrisa memerankan sebuah adegan yang "menantang" yang harus mereka jalani. Hmm, seperti apa sih adegan menantang itu?
Dalam sebuah adegan di kelab malam, Carissa yang memerankan sosok Tasha tengah mendengarkan curhatan dari Satriyo diperankan oleh Ario. Di sela-sela itulah, bibir Satriyo nyosor. Seperti dihipnotis, Tasha pun menyambut kecupan itu.
Meski sudah cukup dekat satu sama lain, diakui Carissa, tetap saja sulit mendapatkan chemistry untuk adegan yang satu ini. "Berapa kali take ya? Tiga sampai empat take yang kehitung. Belum latihannya, ha-ha-ha," selorohnya.
Menurut Carissa, adegan ciuman bibir itu bukan perkara besar. Pasalnya, dia menganggap adegan itu dilakukan secara profesional. "Pacar saya pun selalu mendukung apa pun yang saya lakukan termasuk adegan ciuman ini. Dia bisa membedakan mana untuk film dan kehidupan sehari-hari. Ini kan soal profesi dan saya menjalaninya dengan profesional," jelas Carissa.
Mantapnya persiapan pra-produksi film membuat chemistry pasangan yang tampaknya memendam cinta dalam film besutan sutradara Putrama Tuta dan produksi 700 Pictures Production kerja sama TUTA Media Corporation dan Masima Content+Channels ini semakin bertambah. Carissa dan Ario serta para pemain serta kru film mempersiapkan film selama tiga tahun, termasuk menjalani karantina selama lima hari.
"Benar-benar sudah sering ketemu sebelumnya, jadi persoalan bangun chemistry bukan persoalan yang terlalu sulit," papar Carissa. "Terlebih, dalam film ini ada pesan yang lebih penting, finish what you started. Jadi kalau melakukan sesuatu jangan setengah-setengah, harus dituntaskan sampai habis," tutupnya.