Tampilkan postingan dengan label Ringgo Agus Rahman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ringgo Agus Rahman. Tampilkan semua postingan

Ringgo Agus Rahman: Gaya Hidup Bersepeda Motor

Ringgo Agus Rahman: Gaya Hidup Bersepeda Motor
Ringgo Agus Rahman
Pemain film Ringgo Agus Rahman menceritakan hobinya naik sepeda motor. Dulu dia menyukai jenis skuter. Motor gede juga pernah dia gandrungi. Sekarang hobinya adalah motor klasik berkopling.

"Aku suka ngumpul-ngumpul saja sama temen-temen yang hobinya sama. Ini bukan komunitas tertentu sih, enggak resmi. Tetapi kami sering jalan bareng, touring," kata Ringgo, pemeran film Get Married dan Tampan Tailor yang menamai sepeda motornya dengan sebutan Ruhiyat supaya terdengar gagah.

Meski menyukai tur dengan sepeda motor, Ringgo bukan tipe petualang yang tangguh. Kalau sedang tur, dia memilih beberapa kali berhenti untuk beristirahat. Lebih tepatnya, eks penyiar Radio Oz Bandung ini penggemar tur sepeda motor wisata.

"Ya, kan capek kalau kita naik motor terus. Bentar lagi aku mau ke Bali nih. Dari Jakarta kita naik pesawat ke Malang. Dari Malang kita naik motor ke Bali, motornya udah disiapin di sana. Jadi turnya sekalian berwisata," tutur unggulan Aktor Terbaik Festival Film Indonesia 2006 lewat film Jomblo ini.

Hobi lain Ringgo selain bermotor adalah menyelam. Namun, dia menyebutnya masih jangka panjang. Lho?

"Ya, jangka pendeknya aku masih motoran. Sekarang juga kadang-kadang aku diving, tetapi nanti jangka panjangnya diving," ujar Ringgo.

Sebelum Ibu Wafat, Ringgo Ditanya Calon Istri

Ringgo Agus Rahman
Ada satu pertanyaan almarhum ibunda yang terus terngiang di benak Ringgo Agus Rahman. Sebelum ajal menjemput, ibundanya, Hj Nyi Ayu Ayunah Binti Abubakar, bertanya tentang calon istri Ringgo.

Aktor film Get Married itu mengungkapkan, saat ibunya mulai jatuh sakit karena diserang penyakit liver, ibunya mulai menanyakan siapa perempuan yang akan menjadi pendamping hidup Ringgo.

"Ya, gue jawab supaya mama sabar, nanti juga ketemu. Yang penting mama cepat sembuh. Lalu gue cium keningnya," kenang Ringgo yang ditemui di rumah duka, jalan Ajudan Jenderal 269 A.KPAD Gegerkalong, Bandung, Jawa Barat, Senin (22/8/2011).

Sebelum meninggal, ibunya memang sering menanyakan soal jodoh. "Jadi pesan terakhirnya supaya gue cari jodoh yang baik," ucapnya dengan tatapan mata menerawang.

Ibunda Ringgo wafat di usia 59 tahun karena penyakit liver dan leukimia. Jauh sebelumnya, ibu Ringgo memang sudah sering keluar masuk rumah sakit akibat kelainan liver, meski tidak seintensif pada 2011 ini.

"Awal tahun ini, beliau memang intensif masuk rumah sakit sampai sekarang. Kemarin-kemarin mulai sulit makan, lalu masuk ICU, dan meninggal," ceritanya dengan tatapan sedih.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Kesehatan