Tampilkan postingan dengan label Piyu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Piyu. Tampilkan semua postingan

Ini Curahan Hati Piyu di JakCloth 2013

Curahan Hati Piyu di JakCloth 2013
Satriyo Yudi Wahono atau Piyu Padi tetap menjalankan bisnis label pakaiannya di tengah permasalahan yang dihadapi keluarganya. Piyu membuktikan bahwa ia masih bisa profesional menjalankan bisnisnya. Salah satunya adalah terlibat dalam acara JakCloth 2013 Year End Sale, yang akan diselenggarakan pada 5 sampai 8 Desember 2013 mendatang di Parkir Timur, Senayan, Jakarta.

Dalam acara itu, Piyu tidak hanya membawa NuShock, label pakaian miliknya, tapi juga membuat panggung, yang akan menjadi ajang tampil bagi musikus yang belum pernah memiliki kesempatan memperdengarkan musik mereka kepada publik.

Piyu optimistis, lewat acara JakCloth, label miliknya bisa lebih dikenal lagi dan jadi sesuatu yang diterima dengan baik. Ia berharap hasilnya mengejutkan, seperti moto NuShock: life is fully surprise.

Dilihat dari antusiasme pengunjung tahun lalu, Piyu yakin, acara JakCloth kali ini juga bisa sesukses sebelumnya. Meskipun masih harus repot mengurusi kasus Flo, sang istri, Piyu mengatakan, ia akan konsentrasi untuk acara JakCloth.

Tak disangka, dalam penjelasan keterlibatan dirinya di JakCloth, Piyu sedikit mencurahkan perasaannya menyangkut masalah yang sedang dialaminya. "Ada beberapa kejutan yang datang dan tak terduga. Siap tidak siap, kita harus siap saat kejutan itu datang," kata pria berusia 40 tahun tersebut menyampaikan komentarnya di Lagunas, Senayan, Jakarta, Senin, 25 November 2013.

Saat ini, kasus penabrakan rumah Adiguna Sutowo yang dilakukan oleh Flo telah mencapai kata damai. Namun Piyu masih harus terus mengawasi proses hukum yang masih berlanjut. Sebab, meski telah berdamai, penyelesaian hukum tetap berjalan sesuai prosedur.

Piyu Merasa Seperti Bapak

Piyu Merasa Seperti Bapak
Piyu PADI dan Inna Kamarie tampil dalam klip video lagu Firasatku
Satriyo Yudi Wahono alias Piyu sedang berada di Manado, Sulawesi Utara, untuk tur enam kota yang dimulai sejak 20 April 2012. Manado menjadi kota keempat dalam tur solo Piyu sebelum berakhir di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 28 April.

”Saya membawakan lagu-lagu di album terbaru saya dan lagu-lagu Padi. Yang nyanyi antara lain Anji, Inna Kamarie, dan penyanyi anak asuh saya,” tutur Piyu. Dia berada di Manado sejak Selasa (24/4) pagi.

Tampil mengusung nama sendiri, bukan band seperti dulu saat bersama Padi, Piyu tetap merasa senang. ”Ternyata seru juga meski sekarang saya mengusung nama sendiri. Karena featuring beberapa penyanyi, saya malah jadi merasa seperti bapak yang mengasuh anak-anak saya,” kata Piyu seraya terkekeh.

Piyu menambahkan, awalnya dia sempat merasa berat memulai tur dengan namanya. ”Album saya belum keluar, jadi masih ada rasa canggung. Tapi ternyata animo penonton bagus banget,” kata Piyu senang. Album Piyu rencananya akan dirilis pertengahan tahun 2012.

Satu hal yang berbeda saat menggelar tur adalah perasaan yang melanda saat meninggalkan rumah. ”Dulu waktu masih single setiap kali tur seneng. Sekarang lain, suka sakit perut. Ternyata saya stres karena harus ninggalin anak-anak,” kata bapak tiga anak ini serius.

Piyu "Padi": "Firasatku" Khusus untuk Inna Kamarie

Piyu PADI dan Inna Kamarie tampil dalam klip video lagu Firasatku,
yang khusus dicipta oleh Piyu untuk dinyanyikan oleh Inna.
Single "Firasatku" sengaja dicipta oleh gitaris Grup Band "Padi" yang juga produser musik, Satriyo Yudi Wahono atau Piyu, untuk dinyanyikan oleh vokalis Inna Kamarie. Menurut Piyu, istri dari Beben, pemusik serta pendiri dan penggiat Komunitas Jazz Kemayoran, itu bisa memberi nyawa untuk lagu tersebut.

"Prosesnya, pada saat aku memutuskan untuk membuat lagu, aku mencari dulu penyanyi yang berkarakter. At least, itu akan membuat lagu tersebut bernyawa," jelas Piyu dalam wawancara di Studio Gaharu, Cipete, Jakarta Selatan, Kamis (15/3/2012). "Inna punya cara bernyanyi yang khas," tekannya mengenai Inna, yang dinilainya memiliki karakter.  

Piyu ingin menghadirkan karakter rock pada vokal Inna dengan mencipta "Firasatku". "Inna rock banget, walaupun berangkatnya dari jazz. Lagi pula, jazz itu kan tidak selalu harus bernyanyi secara laid back atau yang suaranya berat banget," ujar Piyu.

Dibikinkan lagu oleh Piyu, Inna merasa bangga. "Seorang pencipta lagu yang andal, dia bisa menentukan penyanyinya dulu seperti apa, nada dasarnya seperti apa, bukan mencipta lagu dulu baru mencari penyanyinya. Mas Piyu harus mengenal cara bernyanyiku seperti apa. Respect banget. Ternyata, lagunya memang dicipta buat aku nyanyikan," kata Ina.

Dijelaskan pula oleh Piyu, "Firasatku" seakan mewakili perasaan wanita yang sering dibohongi saat menjalin cinta. Kalau biasanya Piyu membuat lagu dari sudut pandang pria, kali ini dirinya mencoba masuk dari beberapa sudut cerita yang berbeda. "Pada prinsipnya, aku bisa mengapresiasikan karyaku kepada pendengar," ucap Piyu.

Piyu "PADI": Boyband Tak Punya Masa Depan

Piyu "PADI": Boyband Tak Punya Masa Depan
Gitaris grup "Padi" yang juga pencipta lagu sekaligus produser musik, Satriyo Yudi Wahono atau Piyu, melihat bahwa boyband dan girlband tak akan berumur panjang.

"Aku bilang, boyband tidak punya masa depan. Mereka hanya pengekor, kebanyakan masih lipsync, dan hanya mengandalkan dance. Tapi, bukannya saya enggak suka boyband. Saya suka kok sama NSYNC, Backstreet Boys. Tapi, boyband kebanyakan masih lipsync. Boyband kayak gitu harus diberi pelajaran," ujar Piyu dalam wawancara di Studio Gaharu, Cipete, Jakarta Selatan, Kamis (15/3/2012).

Piyu bukan tanpa alasan melontarkan kritik itu. Beberapa syarat untuk menjadi artis musik yang akan bertahan lama, menurut Piyu, belum semuanya dipenuhi oleh boyband dan girlband Indonesia. "Boyband dan girlband itu fenomena yang akan diseleksi. Syarat artis musik bisa bertahan lama itu punya good performance, good skill. Jangan sampai, baru terkenal sudah enggak mau diwawancara dan sudah mulai telat latihan. Perlu juga dipertanyakan, apakah mereka mencipta lagu sendiri. Nah, variabel-variabel ini yang harus diperhatikan," ujar Piyu lagi.

Kalaupun kini "Padi" sedang vakum, bagi Piyu bukan berarti "Padi" Piyu, Fadli (vokal), Ari (gitar), Rindra (bas), dan Yoyok (drum) telah tersingkir dari industri musik dalam negeri akibat menjamurnya boyband dan girlband. "Saya masih ada karya, tapi nanti, tunggu dululah, sampai ada waktu yang tepat. Kalau tujuannya hanya menyaingi boyband dan girlband, itu bukan alasan yang tepat. Kalau dibilang saya takut, ya saya takut dari sisi bisnisnya. Ini kan investasi yang besar, bisa lebih dari ratusan juta. Ini bukan salah pembelinya, melainkan industrinya yang belum bisa memperbaiki law enforcement setelah RBT terpukul dan pembajakan yang semakin marak," ungkap Piyu.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Kesehatan