Tampilkan postingan dengan label Lukman Sardi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lukman Sardi. Tampilkan semua postingan

Lukman Sardi Anggap Film Horor Hanya Mementingkan Bikini

Lukman Sardi Anggap Film Horor Hanya Mementingkan Bikini
Meski telah membintangi beragam genre film, namun Lukman sardi belum pernah mendapat tawaran membintangi film horor.

"Aku enggak pernah dapat tawaran itu (film horor), kalau buat aku bukan di horornya, karena film horor bisa jadi bagus. Tapi menurut aku sekarang film mementingkan bikininya, tapi ceritanya enggak bisa digarap, padahal banyak film horor yang bisa digarap dengan baik ceritanya," kata Lukman di acara screening film 'Pengejar Angin', di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (31/10/2011).

Ayah satu anak ini menegaskan, dirinya tak terlalu selektif dalam memilih sebuah peran.

"Kalau dibilang selektif banget, enggak, tawaran yang datang selalu menarik, punya keunikan tersendiri. Aku lihat ceritanya, kalau dibilang pemilih banget enggak, cuma yang datang ceritanya menarik banget," jelasnya.

Pria berusia 40 tahun itu mengaku terbilang jarang menolak suatu tawaran memerankan sebuah film. Jika itu terjadi, biasanya lantaran perannya tidak cocok dengan jadwal syutingnya.

"Menolak tawaran bisa dibilang jarang, lebih kepada karakternya enggak cocok takut imbas ke film sama jadwal yang enggak cocok," tutupnya.

Sering Tak Bertemu Anak, Lukman Sardi Tak Menyesal

Sering Tak Bertemu Anak, Lukman Sardi Tak Menyesal
Lukman Sardi & keluarga
Pekerjaan kerap membuat seseorang kehilangan waktu dengan keluarga dan anak. Itu pula yang dialami aktor kawakan Lukman Sardi.

Demi syuting film, Lukman sering meninggalkan keluarga. Dia beberapa kali melewatkan momen pertumbuhan buah hatinya, Akiva, yang masih berusia 1 tahun, 10 bulan.

"Umur segitu lagi lucu-lucunya. Tapi karena kerjaan, banyak momen pertumbuhannya yang terlewat. Pertama kali bisa ketawa, saya kelewat. Terus pernah saya pulang syuting, ternyata dia sudah bisa jalan. Saya kaget," akunya.

Meski demikian, aktor film Sang Pencerah itu tidak menyesal. Dia menganggap hal itu sudah risiko pekerjaan. Terlebih lagi, dia melakukan semua itu semata-mata untuk menafkahi keluarga.

"Enggak boleh ada perasaan bersalah karena ini juga buat keluarga. Risiko pekerjaan ini saya lakukan juga buat keluarga," kilahnya, ditemui di Gandaria City, Jakarta Selatan, Selasa (18/10/2011).

Guna mengakali keterbatasan waktu dengan anak, aktor kelahiran 14 Juli 1971 itu tak pernah lepas dari alat komunikasi.

"Jaman sekarang punya teknologi canggih. Handphone sudah di mana-mana, bisa bawa laptop sudah bisa skype. Yang penting komunikasi terjaga. Buat saya, yang penting kualitas daripada kuantitas," terangnya.

Resep Sukses Lukman Sardi Eksis di Film

Resep Sukses Lukman Sardi Eksis di Film
Di tengah gempuran aktor dan aktris pendatang baru di kancah perfilman Indonesia, Lukman Sardi tetap eksis. Dia punya resep khusus supaya bisa awet berkarier di bidang yang digeluti sejak usia tujuh tahun.

"Selama punya komitmen, punya totalitas, itu pasti akan berjalan dengan baik," ungkap Lukman berbagi tips, saat ditemui di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (11/7/2011).

Dia yakin apa yang didapatnya hari ini merupakan anugerah dari Tuhan dan buah kerja kerasnya. "Gue yakin talenta yang Tuhan kasih sama gue," imbuhnya.

Dalam memerankan tokoh di setiap film, aktor yang dijuluki pemain watak ini mengungkapkan, dibutuhkan kepekaan dan sensitivitas dari pemerannya. "Menurut gue, seorang aktor harus peka dan sensitif. Kalau gue lebih sering mengamati orang yang sesuai dengan karakter yang gue perankan," paparnya.

Menurut aktor yang memulai debut film Kembang-Kembang Plastik (1978) itu, setiap orang sudah dibekali kemampuan berakting tanpa harus belajar secara formal. Banyak contoh yang terjadi di kehidupan sehari-hari di mana tanpa disadari kita telah berakting. Perbedaannya terletak bagaimana membiasakan diri berakting di depan kamera.

"Menurut gue, semua orang bisa akting. Cara ngomong ketika sama orangtua, sama teman, pasti beda. Ya itulah akting. Tinggal dibiasakan saja di depan kamera," ulasnya.

Aktor kelahiran 14 Juli 1971 itu menganggap film merupakan bagian hidup yang tak terpisahkan. "Hidup gue yang paling utama adalah film," tandasnya.

Lukman Sardi Susah Jadi Orang Galak

Lukman Sardi Susah Jadi Orang Galak
Lukman Sardi mengaku kesulitan berperan sebagai guru galak dalam film terbarunya, Serdadu Kumbang. Namun, pemeran Pak Alim ini kahirnya bisa menaklukkan karakter yang berbeda jauh dengan sifatnya sehari-hari itu.

"Ngomongin karakter yang keras, dulu sebenarnya pernah membintangi di beberapa film. Agak sulit, karena keseharian saya enggak kayak gitu," terang Lukman ditemui di acara launching film Serdadu Kumbang, XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (9/6/2011).

Pria 39 tahun ini sengaja berlatih untuk perannya sejak awal reading. Meski membuat tegang pemain, khususnya pemain anak-anak, namun menurut Lukman disitulah dia mencoba membangun suasana agar saat syuting, akting mereka natural.

"Akhirnya dari mulai reading sudah mulai dengan sikap agak keras biar semua keluarnya natural," ujarnya.

Perannya di film yang akan dirilis 16 Juni 2011 itu juga terbantu dengan pemeran anak-anak lain, seperti Yudi Miftahudin. Menurutnya, akting anak-anak yang jujur dan spontan sangat membantunya.

"Kalau buat saya bermain anak-anak nggak ada kesulitan, karena semua masih jujur. Kalo anak-anak spontan dan natural," pungkasnya.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Kesehatan