Tampilkan postingan dengan label Noah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Noah. Tampilkan semua postingan

Putri Ariel Terlibat Film NOAH?

Putri Ariel Terlibat Film NOAH?
Meski kisah yang diangkat tentang perjalanan karir band NOAH, bukan berarti kisah kehidupan para personel tak lepas diceritakan. Pasalnya itu semua menjadi bagian dari perjalanan mereka.

Begitu juga dengan kehidupan Ariel yang tak luput dikisahkan dalam film yang berjudul NOAH itu. Lalu, apakah Alea, buah hati pernikahannya dengan Sarah akan ikut terlibat juga?

"Bukan anaknya Ariel main film, bagian saja. Saya enggak bisa bilang anaknya ada atau tidak. Lihat saja nanti," kata Putratama Tuta, sutradara film NOAH saat ditemui di Kawasan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (4/9).
Sarah Amelia dan Alea putri Ariel
Sarah Amelia dan Alea putri Ariel

Meski tak dalam porsi besar, perjalanan Peterpan sebelum bermetamorfosis menjadi NOAH pun dikisahkan dalam film itu. Walau diakui Tuta, benang merah dari filmnya berkisah tentang usaha Noah bangkit dari keterpurukannya.

"Tentu harus ada, karena itu perjalanan mereka. Walaupun journey mereka kan lebih ke usaha Noah untuk sampai ke atas lagi. Bukan saat mereka jatuh," paparnya.

Lebih Tenar Mana Lagunya Ariel NOAH Dibanding Syahrini atau Fatin?

Lebih Tenar Mana Lagunya Ariel NOAH Dibanding Syahrini atau Fatin?
Soal sensasi dalam pemberitaan infotainment, Syahrini barangkali lebih unggul dibanding Ariel NOAH.
Tapi seberapa tenar lagunya Ariel NOAH dibanding tembang milik Syahrini, Fatin, Ashanty, Cakra Khan dan sederet artis tenar lainnya?

Dalam daftar 20 tembang Indonesia terpopuler pekan ini, tembang "Jika Engkau" rupanya menempatkan Ariel NOAH di puncak jawara, disusul Geisha lewat lagu "Lumpuhkan Ingatanku" dan Ungu di peringkat ketiga lewat lagi "Bila Tiba."

Ini Daftar 20 Tembang Indonesia Terpopuler Pekan Ini, Selengkapnya.

1. Noah - Jika Engkau
2. Geisha - Lumpuhkan Ingatanku
3. Ungu - Bila Tiba
4. Fatin - Aku Memilih Setia
5. Nidji - Rahasia Hati
6. Coboy Junior - Terus Berlari
7. Cakra Khan - Setelah Kau Tiada
8. Maudy Ayunda - Cinta Datang Terlambat
9. Mahadewa - Immortal Love Song
10. D'masiv - Nyaman
11. Tangga - Mabuk Kepayang
12. Syahrini - Cinta Tapi Gengsi
13. Tipe - X - Jantungku
14. Pee Wee Gaskins - Nikmati Hari
15. Shaggydog - Kamu Dihatiku
16. Ashanty - Mengapa Oh Mengapa
17. Rio Febrian - Angin Malam
18. Astrid - Terpukau
19. Raisa - Bye Bye
20. Vidi Aldiano Ft Sherina - Apakah Ku Jatuh Cinta

Hidup Mati Untuk Musik, Ariel Jelaskan Arti Nama NOAH

Hidup Mati Untuk Musik, Ariel Jelaskan Arti Nama NOAH
Setelah Ariel keluar dari penjara pasca kasus video dewasa yang membuatnya jadi tahanan selama kurang lebih tiga tahun, semua orang mengetahui bahwa Peterpan sudah tak ada dan diganti menjadi NOAH.

Setahun semenjak kemunculannya, NOAH melejit menjadi salah satu band Indonesia papan atas. Meski bernama baru, namun orang-orang yang ada di belakang NOAH tak bisa disebut pemain baru.

Dan setelah membiarkan orang bertanya-tanya, Ariel akhirnya menjelaskan makna kata NOAH dalam band mereka dalam gelaran ulang tahun SCTV yang digelar di MEIS pada Sabtu (24/8) malam.

"Banyak orang yang bertanya apa itu NOAH. Sebetulnya NOAH itu adalah karya-karya kita dalam album baru ini. Jadi jika dijelaskan, NOAH itu adalah karya kita semua meskipun artinya gak penting," jelas Ariel santai.

Mantan kekasih Luna Maya ini menjelaskan, "Sebetulnya nama itu gak penting buat kita. Yang penting itu adalah bagaimana kita bisa berkarya lagi. Karena hidup dan mati kita buat musik."

Kumpul Bareng Noah dan d'Masiv, Giring Nidji: Ini Kejadian Langka

Kumpul Bareng Noah dan d'Masiv, Giring Nidji: Ini Kejadian Langka
Bagi grup band pendatang baru, belajar dari band yang lebih dulu berkecimpung di dunia musik merupakan hal lumrah yang biasa terjadi. Sebagai grup band papan atas, nama-nama seperti Noah, Nidji, maupun d'Masiv juga kerap menjadi inspirasi bagi juniornya, Astoria, Friday, dan De Neno.

"Bangga banget bisa bermain sama senior-senior hebat ya. Buat Friday jadi punya pengalaman baru, apalagi mereka senior kami. Saya pribadi dari sekolah dasar sudah dengerin lagu mereka, sekarang bisa bareng, bangga banget," ungkap Bintang, vokalis Friday, di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (28/5/2013).

Sementara Giring, mengaku jika momen berkumpulnya band-band satu label tersebut, sebagai hal langka yang belum tentu dapat terulang kembali.

"Masalah kami waktu ya, untuk bisa bikin kami kumpul hari ini saja susah. Kepikiran untuk kolaborasi, ada beberapa puluh artis digabungin menjadi satu panggung, pasti luar biasa," jelas Giring.

Selain itu, pelantun lagu Disco Lazy Time ini berharap jika nantinya semua band yang berada di bawah naungan Musica bisa keliling Indonesia bersama dan main satu panggung.

"Senang kami punya banyak saudara baru, senang bisa satu panggung. Mudah-mudahan bisa jadi festival Musica, berkeliling Indonesia. Apalagi Musica punya artis-artis yang bagus ya," pungkas Giring.

Ariel Senang Kembali ke Medan

Ariel Senang Kembali ke Medan
Setelah sukses menggelar konser "Born To Make History" di kota Surabaya, Semarang, Padang dan sejumlah kota lainnya, kali ini NOAH mengunjungi Medan untuk menyapa sahabat dan pecinta mereka, Rabu (24/10) malam ini bertempat di Pardede Hall. Berbeda dengan konser yang lain, kali ini konser yang dipromotori Inc Production mengemas konsep "indoor concert".

Ariel, vokalis Noah, saat menggelar konferensi pers, Selasa (23/10) petang, mengaku sangat senang band yang digawanginya tersebut dapat tampil pertama kalinya di Medan.

"Sudah lami kami tidak tampil di Medan. Dan besok senang sekali saya dan teman-teman NOAH dapat kembali ke Medan untuk melakukan konser pertama NOAH di sini. Medan merupakan kota ketujuh dalam rangkaian tur bertajuk "Born To Make History," ujar Ariel.

Ariel mengatakan, tahun 2009 adalah terakhir kalinya dia konser di Medan, itupun masih membawa nama Peterpan. Ariel menyebut, konser besok adalah konser yang berbeda dari konser-konser sebelumnya.

"Kami datang membawa lagu baru. Kami datang dengan nama dan semangat baru. Kami datang dengan membawa konsep yang matang, karena tim produksi sudah mempersipakan semuanya dengan baik. Kami akan hibur pencinta NOAH di Medan," ungkap Ariel.

Sementara itu, Indra Braco dari Inc Production, yang memboyong NOAH ke Medan mengatakan, pihaknya telah menyiapkan 4000 tiket untuk para penonton. "4000 tiket itu terbagi dalam empat kelas, yakni festival, Tribune B&G, Tribune F&C dan Tribune E&D, dengan kisaran harga mulai Rp 150.000 hingga Rp 500.000," ujar Indra.

Sementara, Marcel Permadi, konseptor dari Berlian Entertainment mengatakan, sengaja mengemas konser band NOAH di dalam ruangan tertutup agar berbeda dengan konser grup band lainnya.

"Dengan mengusung konser indoor concert dalam rangkaian konser ini, kami berharap masyarakat Indonesia, khususnya warga Medan mulai terbiasa dengan konser musisi lokal yang berkualitas. Konsep indoor juga dapat memberikan rasa aman yang lebih tinggi bagi kaum perempuan untuk datang ke konser NOAH," ujarnya.

Selain itu, Marcel menilai konsep untuk konser "Born To Make Hostory ini sangat istimewa dengan dukungan multimedia dan lighting yang berkualitas. "Permainan multimedia dan lighting akan menjadi faktor pendukung yang berperan besar dalam konser ini. Penonton pasti menikmati konser ini," pungkasnya.

NOAH Gelar Tur 25 Kota! Kotamu Termasuk?

NOAH Gelar Tur 25 Kota! Kotamu Termasuk?
Tur panjang NOAH masih belum berakhir walau telah menggelar konser puncak di Jakarta, 2 November lalu. Ariel dan kawan-kawan masih bakal menggelar konser di 25 kota lainnya.

Berbeda dengan konser-konser sebelumnya, kali ini NOAH akan mengusung konsep outdoor. Sejumlah kota pun telah disiapkan sebagai panggung konser NOAH berikutnya.

Seperti yang disebutkan di Twitter Pro Mild, selaku sponsor konser tersebut, kota-kota yang akan didatangi NOAH adalah Singkawang (16 November), Sanggau (18 November), Kapuas (30 November), Palangkaraya (2 Desember), Palu (5 Desember), Makassar (6 Desember), Manado (8 Desember) dan Gorontalo (9 Desember).

Sedangkan untuk kota-kota lain seperti Bekasi, Tasik, Bogor Solo, Jogja, Madiun, Sidoarjo dan Malang, akun Twitter tersebut masih belum menyebutkan tanggal pastinya. Sedangkan Kota Balikpapan dijadwalkan akan dikunjungi NOAH pada bulan Februari mendatang.

Menurut akun Twitter tersebut, konser NOAH di 25 kota ini adalah jadwal baru dan seluruhnya berkonsep outdoor. "Yg Indoor tdk termasuk dlm 25 kota. 25 kota semua nya Outdoor," tulis mereka.

Gimana dengan kota kamu?

Noah: Kejutan A Mild Live Soundrenaline 2012

Noah: Kejutan A Mild Live Soundrenaline 2012
A Mild Live Soundrenaline 2012 penuh kejutan. Kemunculan band Noah menjelang tengah malam di atas panggung yang digelar di Sunburst Extension,BSD City, Tangerang, Sabtu (3/11) malam adalah salah satunya. Sehari sebelumnya, Ariel dan kawan-kawan menggelar konser besar di Mata Elang International Stadium (MEIS), Ancol, hingga tengah malam.

Noah mengisi panggung Stage A bersama Pas Band, Gigi Band, RIF/, Ungu, J-Rock, Iwan Fals dan Kotak. Kejutan ini sontak membuat para penggemar Noah yang menonton di panggung lainnya, bergeser ke panggung stage A.

Sementara, dua panggung lainnya juga menyuguhkan musisi-musisi kenamaan Indonesia. Sheila on 7, Naif, BIP, Gugun Blues Shelter, Komunal, Seringai, Shaggy Dog, The Sigit, Pee Wee Gaskins, Pain Killer, Endang Soekamti  di panggung Community, sedangkan panggung Go Ahead dimeriahkan oleh The Changcuters, Superman Is Dead, De Neno, Burgerkill, Jamrud, Netral dan Andra n The Backbone.

Penampilan band eks-Peterpan dalam ajang ini tetap memukau dan total menghibur penonton. Topeng, Khayalan Tingkat Tinggi, Tak Bisakah dan beberapa lagu baru mereka bawakan dengan penuh energi, hingga penonton turut berjingkat.

"Ini pertama kalinya kita tampil di outdoor seperti ini, tapi saya senang banget," teriak Ariel disela-sela penampilan.

Ariel, Uki, Lukman, Reza, David dan beberapa additional player menutup malam itu dengan lagu Cobalah Mengerti, diiringi letupan kembang api.

Penampilan NOAH di ajang tahunan sejak sepuluh tahun lalu ini menang tak dikabarkan secara luas. Pihak panita sengaja menutupinya. Selain bermaksud memberi kejutan, panitia tak ingin acara yang dihelat tiap tahun ini ternoda dengan tawuran dan kericuhan. Pasalnya, selain dihelat di ruang terbuka (outdoor), band ini dianggap berpotensi mendatangkan kericuhan karena penggemar fanatisnya.

Tapi usaha panitia ini gagal, karena kericuhan tetap terjadi, saat beberapa orang di bawah umur 18 tahun memaksa masuk ke area panggung. "Terpaksa kita mengamankan 70 orang yang akan mencoba menjebol pintu masuk," kata petugas keamanan pintu masuk berseragam jingga. Dalam acara ini, panitia mewajibkan penonton membawa kartu pengenal seperti KTP dan SIM.

Meski terjadi kericuhan di luar area Soundrenaline 2012, namun tak menghambat jalannya acara yang dihadiri sedikitnya 5 ribu penonton itu.

Nonton Konser Noah, Ibu-ibu Ini Diprotes Anak

Nonton Konser Noah, Ibu-ibu Ini Diprotes Anak
Ariel Vokalis Group band Noah dalam konser yang bertajuk
"The Greatest Session Of The Hystory" di MEIS Ancol
Konser band Noah di Mata Elang International Stadium (MEIS), Ancol, Jakarta, 2 November 2012, menyisakan cerita menarik dari beberapa penonton. Syarifa Aida, Jesmawati, dan Susi Herawati, tiga orang penonton dari kalangan ibu rumah tangga ini, diprotes anak-anak mereka karena menonton konser Noah.

"Kita dibilang egois karena enggak ngajak mereka," ujar Syarifa seusai menyaksikan Ariel dkk.

Mereka sengaja tak membawa serta anak-anak mereka ke sana lantaran takut mendapat larangan dari penyelenggara konser. "Masih 9 tahun umurnya. Takutnya enggak bisa masuk," ujar Syarifa. "Lagian selesainya kan sampai malam," kata Susi.

Di luar itu, ketiga ibu-ibu berbusana trendi ini mengaku puas bisa menyaksikan konser Noah. Mereka sudah melirik Ariel dkk sejak nama Peterpan masih dipakai. "Kita nge-fans sudah lama," kata Syarifa, yang mengaku berusia 40 tahun ini.

Kehadiran mereka malam itu membuktikan bahwa popularitas Noah, terutama sang vokalis, Ariel, bisa dirasakan semua kalangan dan berbagai usia. Animo penonton juga cukup tinggi karena konser itu dihadiri lebih dari 3.000 kepala.

Penampilan Ariel, Lukman, Reza, Uki, dan David semalam, merupakan puncak dari perayaan untuk menandai kembalinya Noah ke belantika musik Indonesia.

Noah Hadirkan Kenangan Peterpan

Noah Hadirkan Kenangan Peterpan
Sedikitnya 3.000 pasang mata menyaksikan aksi panggung Band Noah, di Mata Elang International Stadium (MEIS) Ancol, Jakarta, Jumat (02/11). Mereka seolah terhipnotis saat Ariel memulai aksinya dengan lagu Topeng. Sebanyak 26 lagi disuguhkan oleh band reinkarnasi dari Peterpan ini.

Tepuk tangan membahana di dalam gedung tersebut ketika melihat Ariel muncul mengenakan kacamata hitam, kaos putih dibalut jaket kulit hitam dan celana jins. Ariel melanjutkan aksinya dengan lagu Ada Apa Denganmu, Walau Habis Terang, dan Hidup untukmu Mati tanpamu. “Kita malam ini bersenang-senang, kami siapkan lagu-lagu dan mari nikmati malam yang meriah ini,” teriak Ariel.

Konser itu begitu atraktif, saat Ariel meminta penonton untuk menyalakan telepon genggam dan mengangkatnya ke udara saat mereka melantunkan Aku dan Bintang.

Meski sudah mengubah nama menjadi Noah, Ariel dkk membawa penonton larut bersama kenangan lama Peterpan dengan formasi awal. Pasalnya, sebuah video dokumentasi Peterpan sempat diputar saat Noah menggelar konser di Mata Elang International Stadium (MEIS), Ancol, Jakarta, Jumat malam, 2 November 2012.

Video dengan resolusi rendah itu tercatat diambil pada 2001. Ariel, Uki, Lukman, Reza, Andika, dan Indra masih terlihat muda dan kurus. Saat itu mereka memainkan lagu In The End milik grup band asal Amerika Serikat, Linkin Park.

"Itu waktu kita masih muda. Belum punya lagu sendiri. Malam ini kita coba kembali ke masa lalu. Dan ini salah satu lagu yang sering kita bawain dulu," ujar Ariel membuka lagu Iris kepunyaan grup band Goo Goo Dolls.

Usaha Ariel dkk membawa kenangan Peterpan "jadul" dilanjutkan dengan mencomot lagu-lagu lawas milik band yang menjadi inspirasi mereka dulu. Sebut saja lagu Viva La Vida milik band Inggris, Coldplay, dan Smell Like Teen Spirit kepunyaan band legendaris Nirvana.

Kejutan berikutnya, Ariel berduet bersama Onie memainkan saksofon mempersembakan instrumen lagu Tak Ada Yang Abadi. Onie terus memainkan alat musik tiup itu sampai pada klimaks, berganti suara Ariel bernyanyi bagian reff. Tak Ada yang Abadi, lantunnya.

Keistimewaan malam itu semakin terasa saat kelompok musik etnik dari Jawa Barat, Karinding Attack, mengisi waktu istirahat. Dua lagu pamungkas, Separuh Aku dan Cobalah Mengerti, dibawakan Noah dengan sempurna.

Konser bertajuk The Greatest Session of History ini merupakan sesi keempat konser Ariel dan kawan kawan. Sebelumnya NOAH band telah mengawali konser perdana di The Hall, Senayan City pada 29 Mei lalu bertajuk Konser tanpa Nama.

Konser kedua NOAH digelar di dua benua, lima negara dan berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). Selanjutnya, konser ketiga digelar di beberapa kota seperti Surabaya, Semarang, Padang, Palembang Yogyakarta, Samarinda, Medan dan Makasar.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Kesehatan