Tampilkan postingan dengan label Prisia Nasution. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Prisia Nasution. Tampilkan semua postingan

Prisia Nasution Rebut Hati Anak Rimba

Prisia Nasution Rebut Hati Anak Rimba
Artis peran Prisia Nasution, yang dalam film Sokola Rimba bermain sebagai penulis buku dan pengajar Butet Manurung, ditantang harus bisa melebur dengan kehidupan para warga rimba Bukit Dua Belas, Jambi.

"Jadi, harus bisa ikuti apa yang biasa mereka lakukan, seperti enggak mandi, makan apa yang biasa mereka makan," kata perempuan yang akrab disapa Pia ini dalam peluncuran buku Sokola Rimba, karya Butet Manurung, dan pemutaran trailer filmnya, di Toko Buku Gramedia Pondok Indah Mall 1, Jakarta Selatan, Minggu lalu (13/10/2013).

Pia mengaku, sebelum bertemu dengan Butet ia sudah mendengar, meski baru sekelumit saja, mengenai pengalaman Butet mengajar anak-anak rimba tanpa sepeser pun imbalan.

"Aku sebenarnya hanya dengar sedikit, tapi setelah ketemu langsung dan tahu Kak Butet yang mau masuk ke rimba tanpa imbalan apa pun, 'Ok, that's a challange'," tutur Pia.

Untuk menaklukkan tantangan film yang digarap oleh duo produser Mira Lesmana dan sutradara Riri Riza itu, Pia awalnya sedikit kesulitan. Bahkan, kehadirannya di rimba itu sempat ditolak.

"Sebenarnya, sebelum masuk ke persiapan film, aku sempat diajak masuk (ke rimba). Ternyata, kalau lihat sejarahnya, mereka suka dibohongin orang luar, orang berbaju. Aku masuk langsung sapa apa kabar, mereka diam saja," cerita Pia. "Kalau enggak dapat kepercayaan dari mereka juga, nanti dibilang Mbak Mira sama Mas Riri, 'Gimana sih guru sama murid jauh-jauhan'," lanjutnya berbumbu canda lalu tertawa.

Beruntung Pia merupakan wanita yang mudah berbaur dengan lingkungan. Bahkan, Butet menilai Pia memiliki merebut hati anak-anak rimba, selain kemampuan menguasai bahasa. "Pia kan duluan ke sana. Giliran aku sampai di sana, enggak tahunya dia sudah lancar bahasa sana. Malah, main bola sama anak-anak sana, aku sendiri enggak bisa main bola," puji Butet.

Hasilnya, dalam waktu dua minggu, proses shooting Sokola Rimba berlangsung Pia benar-benar dianggap sebagai guru sekolah layaknya Butet di rimba Bukit Dua Belas. "Sampai mereka itu nyangka aku guru beneran. Mereka bilang, 'Ayo Bu Guru kita belajor (belajar)'," cerita Pia lagi.

Prisia Nasution Enggan Bicara Go Internasional

Prisia Nasution Go Internasional
Aktris Prisia Nasution yang bersinar lewat film Sang Penari disebut-sebut mengikuti jejak Iko Uwais dan Joe Taslim dengan bermain sebuah film yang bertaraf internasional. Saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta, Prisia justru enggan berbicara tentang perjalanannya menuju internasional.

"Ah, itu gosip. Pokoknya jangan tulis apapun sebelum ada preskonnya," katanya, Rabu (13/3).


"Semua orang selektif, enggak mungkin ambil (peran) sembarangan. Ada beberapa (syuting film) yang belum boleh dikasih tahu dulu," tandasnya.

Bintang film Sang Penari ini pun mengatakan bahwa dirinya tengah menjalani proses syuting film dalam negeri namun dia belum bercerita film bercerita tentang apa dan di bikin di lokasi mana. "Kini lagi syuting film lokal, maaf ya belum bisa dikasih tahu judulnya karena saya bukan produsernya."

Phia adalah seorang artis yang lahir di Jakarta pada tanggal 1 Juni 1984 dari pasangan Robert Nasution dan Siti Sundari. Selama berkarier, dia telah bermain film seperti Sang Penari (2011), Rectoverso (2013), dan Laura & Marsha (2013). Selain itu, dia juga pernah meraih penghargaan antara lain Aktris Terbaik FFI 2011.

Belum Ikrar Talak, Prisia Nasution Gagal Menjanda

Belum Ikrar Talak, Prisia Nasution Gagal Menjanda
Majelis hakim Pengadilan Agama Jakarta Selatan sudah mengabulkan talak cerai pasangan Prisia Nasution (Pia) dengan Ananda Haris Siregar (Nanda), pada 4 Januari lalu. Namun keduanya disebut belum resmi bercerai.

Pia dan Nanda harus kembali ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan, guna membacakan ikrar talak.

"Iya dia akan dipanggil untuk pembacaan ikrar talak, karena yang menggugat sang suami," ujar humas Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Senin (30/1/2012).

Seperti yang diketahui, saat proses sidang perceraian, keduanya tidak pernah hadir dan diwakilkan oleh kuasa hukum masing-masing. Dalam hal pembacaan ikrar talak, kecil kemungkinan mereka bisa diwakilkan.

"Boleh, tapi harus wakil khusus. Artinya tidak boleh sama seperti pengacara atau siapapun. Tapi biasanya memang harus orangnya langsung," jelas Tamah.

Lebih lanjut Tamah mengungkapkan, jika dalam kurun waktu enam bulan Nanda dan Pia tidak hadir dalam pembacaan ikrar talak, maka status mereka akan kembali menjadi suami istri.

"Dalam waktu enam bulan sang suami harus hadir untuk pembacaan ikrar talak. Kalau tidak, perkawinannya akan kembali seperti semula," tandasnya.

Prisia Nasution
Meraih predikat Aktris Terbaik Festival Film Indonesia (FFI) 2011, sama sekali tak membuat Prisia Nasution lupa diri. Meski sukses di layar lebar,Prisia tetap berusaha untuk profesional dalam menjalankan karier beraktingnya di serial Film Televisi (FTV).

"Jelas, pastinya saya akan tetap berakting di manapun, hasil yang saya dapat di FFI enggak akan mengubah diri saya untuk memilah-milah tawaran akting," kata Prisia kepada Tabloidbintang.com di bilangan Kemayoran, Jakarta Pusat, beberapa hari lalu.

Cewek kelahiran Jakarta, 1 Juni 1984 ini tentu masih ingat perjuangannya dalam menembus dunia akting lewat sejumlah peran di FTV. Tak heran kalau sebutan "artis FTV" sangat lekat dengan Prisia.

"Aku memang berasal dari FTV, kebanyakan memang aku bermain di FTV dan aku enggak bisa meninggalkan FTV juga," tandas pemilik nama lengkap Prisia Wulandari Nasution ini.

Bagi Prisia, berakting di manapun akan terasa nikmat jika dijalani dengan sepenuh hati. Resep itulah yang membuatnya cepat "naik kelas" dalam dunia akting yang penuh dengan persaingan.

"Semuanya tempat belajar, FTV, sinetron, film, semuanya merupakan media tempat aku mengeksplorasi kemampuanku dalam berakting," pungkasnya.

Prisia Nasution Ingin Main Film Laga

Prisia Nasution Ingin Main Film Laga
Aktris Prisia Nasution sangat berharap bisa bermain di film bergenre action. Alasannya, karena dia memiliki ilmu bela diri.

"Aku nunggu film action, karena aku punya basic ilmu bela diri," kata Prisia saat ditemui di Bioskop XXI, FX, Jakarta Pusat, Rabu (2/11/2011).

Wanita berkulit sawo matang itu sejak SMP memang sudah menggeluti dunia persilatan. Bahkan, dia sempat mengikuti kejurnas. Terjun ke dunia entertainment merupakan hal yang kebetulan bagi Prisia.

"Aku dari SMP sempat ikut kejurnas. Ke dunia hiburan enggak sengaja karena pulang latihan, dan ditawarin jadi model catwalk," jelasnya.

Prisia tak menyangka bisa berkecimpung di dunia entertainment. Padahal dia sempat mengenyam pendidikan hingga ke Jerman, dan bekerja di perusahaan konsultan.

"Aku enggak tahu ternyata karirku di dunia hiburan, karena aku kuliah di Jerman jurusan IT. Pernah kerja di IT Consultan," ungkapnya.

Meski sudah memilih dunia entertainment, namun Prisia tetap tak melepas bela diri. Karena terbentur dengan waktu, dia pun jarang latihan bela diri.

"Enggak berhenti sebenarnya, tapi memang enggak ada waktunya saja," tandasnya.

Prisia Nasution Tak Masalah Bugil di 'Sang Penari'

Prisia Nasution Tak Masalah Bugil di 'Sang Penari'
Prisia Nasution mengaku tak masalah harus beradegan ciuman dan telanjang di Sang Penari, jika dituntut untuk melakukannya.

Dia mau melakukannya lantaran kontrak dan sesuai dengan tokoh Srintil dalam film tersebut.

"Adegan-adegan love scene itu sudah bagian kontrak di awal, aku enggak deg-degan untuk telanjang. Aku akan lakukan semua, karena ini yang dilakukan Srintil," papar Prisia saat ditemui di Bioskop XXI, FX, Jakarta Pusat, Rabu (2/11/2011).

Sang Penari merupakan film drama yang mengangkat isi novel trilogi Ronggeng Dukuh Paruk, karya Ahmad Tohari. Film drama tersebut ber-setting pertengahan  196, ketika terjadi pergolakan politik di Indonesia, di tempat berupa sebuah kampung miskin bernama Dukuh Paruk di wilayah Banyumas (Jawa Tengah), serta budaya setempat, khususnya tayub dan ronggeng.
Sebelum memerankan tokoh Srintil, Prisia sudah siap beradegan syur. Dia juga menghitamkan kulit, dan mengecilkan badan.

"Diskusi soal pembentukan Srintil dari Ifa Isfansyah itu melepaskan aku. Aku enggak mau terlalu gemuk, karena Srintil itu tinggal di desa yang kurang gizi, tapi harus boyor juga karena sebagai penari. Kalau kulit hitam itu wajib," bebernya.

Sebagai pemain film, Prisia memang senang menerima tantangan baru. Dia pun tak segan menerima tawaran bermain film apapun bila hal itu sesuatu yang baru.

"Aku ketika menerima peran apapun itu yang dikasih akan aku lahap. Kendala sudah enggak ada. Alhamdulillah proses syuting mendukung, semuanya benar-benar organik," tandasnya.

Film Perdana, Prisia Nasution Ribut dengan Sutradara

Film Perdana, Prisia Nasution Ribut dengan Sutradara
Lama terjun di Film Televisi (FTV), Prisia Nasution akhirnya terjun ke layar lebar, lewat film perdananya berjudul Sang Penari.

"Aku mau ambil film, tapi aku pemilih. Kalau mau sederhana, ya FTV saja cash on hand juga. Banyak tawaran juga. Aku percaya enggak percaya juga ternyata dipercaya menjadi peran utama. Akhirnya aku mau mengambil film, karena memang di dalamnya ada proses emosional, enggak kacangan dan pakai hati," kata Prisia saat ditemui di FX Plasa, Senayan, Jakarta, Rabu (2/11/2011).

Dalam film perdananya itu, Prisia berperan menjadi penari ronggeng. Membintangi layar lebar, Prisia tidak mengalami kesulitan. Bahkan, dia hanya butuh waktu lima sampai enam bulan untuk dapat menari.

"Belajar nari lima sampai enam bulan. Proses narinya sebulan dan langsung syuting. Aku enggak ada basic tari sama sekali sebelumnya, jadi kalau di skrip scene 30 itu aku emosional banget, aku mau nunjukin ke orang-orang kalau aku bisa nari," tandasnya.

Meski mengaku tidak mengalami kesulitan saat berperan, bukan berarti dia tidak mengalami kendala. Prisia mengaku sempat bertengkar dengan sang sutradara, Ifa Isfansyah.

"Justru proses tersulit itu pre-production aku berantem sama mas Ifa. Tapi pas proses syuting malah lancar, cuaca mendukung. Pada saat syuting enggak ada masalah," tandasnya.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Kesehatan