Tampilkan postingan dengan label Miller. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Miller. Tampilkan semua postingan

Saya Sangat Menyayangi Dan Mencintai Arumi

Miller, pria tampan yang selama ini disebut sebagai salah satu otak kaburnya Arumi Bachsin dari rumah, terus berupaya mendapatkan kesempatan dekat dekat Arumi. Hingga kini dirinya berusaha menjelaskan persoalan yang sesungguhnya kepada keluarga sang pacar.

"Dari hati yang paling dalam saya minta maaf. Saya berharap Tante Maria dan Om Rudi bisa memaafkan saya. Karena saya sangat menyayangi dan mencintai Arumi," ungkap Miller.

Aktor asal Malaysia itu juga membantah kalau dirinya pernah menikah sebelumnya, selain juga membantah adanya gosip terkait rencananya akan menikahi Arumi saat dalam pelarian.

"Kalau yang nikah sama Arumi itu aku belum pernah menikah sama sekali baik di Indonesia maupun Malaysia," tegasnya dengan gaya bahasa Melayu yang mulai pudar.

Miller ingin mendapatkan kesempatan menjelaskan secara terbuka kepada orang tua Arumi secara langsung. Bahkan dirinya pernah datang ke rumah Arumi di Jl. Pusaka 1 Blok C No. 10 RT 35/RW 10, Gandul Cinere, Depok, Jawa Barat, Sabtu (21/05) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Namun keluarga Arumi tidak berkenan menerimanya.

Arumi Bachsin Dan Miller Nyaris Menikah

Nama aktor asal Malaysia, Miller, terus terseret dalam kasus pelarian Arumi Bachsin. Terungkap, Miller dan Arumi pernah nyaris menikah di Kantor Urusan Agama (KUA) Pamulang, Tangerang.

Pengacara keluarga Arumi, Minola Sebayang, menuturkan bahwa dari hasil penelusuran pihaknya ditemukan fakta, mantan staf Seto Mulyadi, Gufron, pernah mencoba menikahkan Arumi dan Miller tanpa sepengetahuan orangtua Arumi.

"Ada anggota tim yang menemukan, ada penghulu yang dihubungi Gufron. Mengenai hal ini seharusnya bukan kita yang menyampaikan benar atau tidak. Jika merasa tidak menghubungi, itu urusan dia (Gufron) dan penghulu untuk membatah. Kalau perlu lapor bahwa penghulu itu bohong," papar Minola di Polda Metro Jaya, Kamis (14/4/2011).

Kasus pelarian Arumi ini menjadi kian pelik karena banyak pihak campur tangan. Arumi melarikan diri untuk kedua kali pada November 2010. Dia sempat meminta perlindungan ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Kemudian, hingga hari ini dia minta perlindungan dan masih dilindungi LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban).

Sebelum kabur pada November 2010, bintang film Not For Sale itu lebih dulu melaporkan ibundanya Maria Lilian Pesch ke Polda Metro Jaya dengan dugaan kekerasan psikis dan eksploitasi pada 25 Oktober 2010. Dalam pelarian kedua Arumi ini, nama Miller kembali terseret. Keluarga menduga Miller dalang di balik pelarian tersebut.

Soal tuduhan adanya kekerasan psikis dan seksual, Minola meminta agar jangan asal menuduh. Harus didukung alat bukti yang kuat.

"Tuduhan apapun itu sah-sah saja sepanjang didukung oleh alat bukti, dengan tidak mengabaikan asas praduga tak bersalah. Jika menilik ke belakang, melihat laporan Arumi pada 25 Oktober 2010, itu mengenai kasus pada bulan April (pelarian pertama Arumi). Saat pelaporan itu dilayani oleh unit PPA (Perlindungan Anak dan Perempuan). UUD KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) pasal 16 mengatakan, jika ada korban kekerasan rumah tangga dan dalam kondidi tertekan, wajib diberi perlindungan dalam rumah aman 1 x 24 jam dan selama-lamanya 7 x 24 jam. Setelah itu penetapan pengadilan," bebernya.

"Yang ingin saya tanyakan, setelah itu seharusnya dengan cepat mereka mengatakan tidak terlibat agar segera langsung di-SP3 (diberikan Surat Penghentian Proses Penyidikan). Ini kan masalah keluarga, ketika pertama kali muncul harusnya dimediasi, kemudian ada pernyataan secara formal mengenai keberdaan Arumi. Jangan malah lari dari konteks persoalan. Kita akan membuktikan KDRT. Hak publik harus mengetahui mengenai ini karena mantan ketua KPAI (Hadi Supeno) yang membuka masalah ini ke ranah publik," urainya.

Miller 'Sempat Menjadi Saksi Kasus Arumi'

Miller sama sekali tidak menyangka ia akan terseret demikian jauh dalam kasus kaburnya Arumi Bachsin. Ia malah sudah dipanggil oleh polisi untuk memberikan kesaksiannya. "Aku sempat menjadi saksi, atas laporan Arumi terhadap mamanya di Polda Metro Jaya. Aku memberikan kesaksian atau bicara yang sebenarnya terjadi sesuai yang aku ketahui. Terutama saat kejadian di Singapura, serta eksploitasi yang dilakukan mamanya," papar Miller saat bertandang di Graha Cek & Ricek, Meruya Ilir, Jakarta Barat, Jumat (18/3/2011) siang.

Diakui Miller Arumi memang sering curhat kepadanya. "Dia harus menurut kepada orangtuanya. Dia merasa seperti didoktrin oleh orangtuanya. Jadi dipikirannya adalah, ia harus selalu menurut pada orang tua. Apapun yang dimau oleh orang tuanya. Walaupun tidak benar, Arumi harus menurut kepada mamanya," ungkapnya.

Arumi, lanjut Miller, mengaku capek menjalani syuting dari pagi ketemu pagi. Segala tawaran job semua diterima. Dibayar berapa pun diterima. Pemasukan semuanya dari Arumi. Sekolah, makan dan beli mobil pun dari Arumi. "Arumi memang menjadi tulang punggung keluarga. Itu berlangsung sejak awal Arumi berkarier. Aku tahu, papanya tidak bekerja. Karena Arumi kariernya bagus, jadi dimanfaatin oleh mereka. Itulah curhat Arumi sejak kami dekat, sekitar tahun 2009," katanya.

Exlusive Curhat Miller "Aku Bukan Dalang Kaburnya Arumi"

Mohammad Suhaemi bin Ali Dad Khan atau yang akrab disapa Miller, akhirnya angkat bicara terkait kasus pelarian Arumi Bachsin. Pria kelahiran 3 Maret 1987 ini, menyayangkan sikap Maria Lilian Pesch, ibunda Arumi yang menudingnya sebagai dalang pelarian Arumi.

Pria berdarah China-Arab yang tercatat sebagai warga negara Malaysia itu mengaku sudah tidak mampu menanggung beban moral yang dituduhkan orang tua Arumi : Maria Lilian Pesch, dan Rudi Bachsin. Berikut penuturan Miller yang disampaikan kepada Fitriawan Ginting, di Graha Cek & Ricek, Meruya Ilir, Jakarta Barat, Jumat (18/3) siang.

Selama ini ia masih bertahan, tetapi akhirnya dia gerah juga dengan tudingan ibunda Arumi. "Aku sangat bahagia sekali, akhirnya merasa siap untuk bicara kepada media massa seputar tuduhan orang tua Arumi Bachsin yang menuding aku sebagai dalang kaburnya Arumi. Aku sudah tidak tahan sejak bulan Mei tahun lalu sampai sekarang di beberapa media massa, mamanya masih menuduh aku sebagai dalangnya," keluhnya.

Menurut Miller sebagai warga negara asing, ia tak mungkin bisa melakukan berbagai hal seperti yang ditudingkan oleh Maria Liian pesch. "Aku merasa sudah habis dipanggang oleh mama Arumi. Padahal, aku tidak mungkin bisa mengatur skenario atas pelarian Arumi ke KPAI dan lembaga lainnya. Sebagai orang asing, mana mungkin aku mengetahui seluruh lembaga-lembaga tersebut," katanya.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Kesehatan